Pemanfaatan Maggot dan Pupuk Cangkang Telur di Cibuntu: dari Sampah Menjadi Manfaat

Penulis

  • Ridwan Abdul Aziz universitas Langlangbuana
  • Diva
  • Putri Septiarosa
  • Ilham Maulana
  • Khairunisa Laili
  • Indri Utami
  • Rhika Sindi Amelia
  • Nazma Indria Melanie
  • Sabilla Putri Anantia
  • Ailsa Bunga
  • Zami Ahmad Gumelar
  • Arif Nur hakim
  • Tasya Ananda
  • Rinrin Ote Fianury
  • Mulya Nainggolan
  • Fatwa Wildan
  • Putri Febriana Yakhuhindah
  • Dhafin Fauzan
  • Wahyu Firgiawan
  • Eric Johari
  • Yuliani Rachmawati
  • Muh Dava Azhar Aldaira
  • Dimas Ramadhan
  • Ariel Ardiansyah
  • Azalia Bianda
  • Triana Affandi Putra
  • Iwan Setiawan

DOI:

https://doi.org/10.70825/jptb.v7i3.2369

Kata Kunci:

Program Pengabdian Masyarakat, Pengelolaan Sampah Organik, Budidaya Maggot, Pupuk Kompos, Inovasi Lingkungan Berbasis Masyarakat

Abstrak

Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kelurahan Cibuntu, Kecamatan Bandung Kulon, Kota Bandung,
dilaksanakan sebagai bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat dengan fokus pada isu lingkungan,
khususnya pengelolaan sampah organik. Dua program unggulan yang diusung adalah “Dari Sampah Jadi Berkah:
Kisah Maggot Cibuntu
” dan
“Cangkang Hijau.
” Program pertama dikemas dalam bentuk film dokumenter yang
mengedukasi masyarakat mengenai budidaya maggot sebagai solusi ramah lingkungan untuk mengurai sampah
organik. Tujuannya adalah meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap alternatif pengolahan sampah serta
membentuk citra positif Cibuntu sebagai wilayah pelopor inovasi lingkungan. Sementara itu, Cangkang Hijau
berfokus pada pemanfaatan limbah organik menjadi pupuk kompos, melalui kegiatan penanaman, sosialisasi, dan
pendampingan pengelolaan ruang hijau di tingkat RW. Kedua program ini melibatkan partisipasi aktif
masyarakat sebagai bentuk pemberdayaan, serta mendorong terbentuknya ekosistem pengelolaan sampah
berkelanjutan berbasis komunitas. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan
keterlibatan warga dalam isu lingkungan, serta terbukanya peluang pengembangan inovasi lokal berbasis potensi
wilayah. Dengan demikian, kegiatan KKN ini diharapkan dapat menjadi model kolaborasi antara akademisi dan
masyarakat dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan di tingkat kelurahan.

Referensi

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah

Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia.

(2017). Pedoman Umum Pembangunan dan

Pemberdayaan Masyarakat Desa. Jakarta:

Kemendesa PDTT.

Kurniawan, S. B. (2018). Pemberdayaan Masyarakat

Desa dalam Perspektif Pembangunan Partisipatif.

Jurnal Administrasi Publik, 5(2), 123–134.

Prasetyo, A. G., Muis, A., & Lembaga Administrasi

Negara. (2015). Desa Membangun Indonesia.

Jakarta: LAN.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6

Tahun 2014 tentang Desa. Lembaran Negara

Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 7Wahyudi, T., & Nugroho, R. (2020). Pemanfaatan

Maggot Black Soldier Fly (Hermetia illucens)

sebagai Solusi Pengelolaan Sampah Organik dan

Sumber Protein Alternatif. Jurnal Pengelolaan

Lingkungan Berkelanjutan, 4(1), 45–56.

Yuliani, D., & Rahmawati, N. (2021). Inovasi

Pemanfaatan Limbah Rumah Tangga Menjadi

Pupuk Organik dalam Mendukung Pertanian

Perkotaan. Jurnal Inovasi dan Kearifan Lokal, 3(2),

–98.

BPS Kota Bandung. (2023). Kecamatan Bandung

Kulon dalam Angka 2023. Bandung: Badan Pusat

Statistik Kota Bandung.

Unduhan

Diterbitkan

31-12-2025

Cara Mengutip

Abdul Aziz, R., Diva, Septiarosa, P., Maulana, I., Laili, K., Utami, I., Sindi Amelia, R., Indria Melanie , N., Putri Anantia , S., Bunga , A., Ahmad Gumelar , Z., Nur hakim , A., Ananda , T., Ote Fianury , R., Nainggolan , M., Wildan, F., Febriana Yakhuhindah , P., Fauzan , D., Firgiawan , W., Johari , E., Rachmawati , Y., Azhar Aldaira , M. D., Ramadhan, D., Ardiansyah , A., Bianda , A., Affandi Putra , T., & Setiawan, I. (2025). Pemanfaatan Maggot dan Pupuk Cangkang Telur di Cibuntu: dari Sampah Menjadi Manfaat. Jurnal Pengabdian Tri Bhakti, 7(3), 88–92. https://doi.org/10.70825/jptb.v7i3.2369